Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Selatan

Nelayan Sebut TI Tower yang Beroperasi di Perairan Kubu Diduga Milik Bos Berinisial AK

×

Nelayan Sebut TI Tower yang Beroperasi di Perairan Kubu Diduga Milik Bos Berinisial AK

Sebarkan artikel ini
Nelayan Sebut TI Tower yang Beroperasi di Perairan Kubu Diduga Milik Bos Berinisial AK

Lebih lanjut, Santri juga menyinggung dugaan keterlibatan oknum Ketua RT Pijal Parit 5 berinisial T dalam aktivitas penambangan ini. Bahkan, ia menyebut adanya informasi bahwa oknum Ketua RT tersebut diduga telah menerima sejumlah uang dari pihak penambang.

Meski uang tersebut belum jelas apakah merupakan kompensasi atau bentuk lain, hal ini semakin mempersulit kondisi nelayan yang merasa diabaikan.

“Oknum Ketua RT juga ikut bermain di situ bang, bahkan dari pihak TI Tower katanya sudah memberi uang fe kepada oknum RT tersebut sebesar Rp 15 Juta,” ungkap Santri.

Santri menuturkan, ketika ditanya oleh nelayan, para penambang bersikukuh bahwa mereka memiliki izin resmi dan lengkap.

Ironisnya, aktivitas TI Tower ini diketahui tidak dikawal oleh pihak PT Timah yang memberi Surat Perintah Kerja (SPK). Santri bahkan mengungkapkan adanya dugaan pengangkutan hasil timah pada malam hari menggunakan sped lidah.

“Beberapa kali, penambang juga terlihat membawa hasil biji timah dalam jumlah besar, sekitar 2 hingga 4 kampil, pada malam hari menggunakan kapal sped lidah. Kita gak tau apakah bijih timah nya di bawa ke pos penambang mitra PT Timah atau di jual keluar, soalnya gak ada dari pihak PT Timah yang ngawal,” ujarnya.

Menyikapi kondisi ini, para nelayan Kubu mendesak PT Timah dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera bertindak tegas terhadap aktivitas penambangan TI Tower tersebut.

Mereka khawatir kerugian akan terus bertambah jika penambangan terus berlanjut. Bahkan, Santri mewanti-wanti agar pihak penambang tidak memaksa para nelayan untuk mengambil tindakan sendiri akibat keresahan yang terus memuncak.

“Kami minta kepada pihak terkait, baik PT Timah maupun aparat penegak hukum, untuk segera menindak para penambang ini. Jangan sampai kami, sebagai nelayan di perairan Kubu, merasa semakin dirugikan. Kami juga meminta TI Tower segera angkat kaki dari perairan ini. Jangan sampai nanti kami terpaksa mengambil tindakan sendiri,” tegas Santri.

Hingga berita ini diterbitkan, media Sekilasindonews.com masih berupa konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional