“Ini yang bisa kita contoh. Bagaimana menghasilkan produk menarik dengan kualitas jahitan yang baik, model yang beragam, dan harga tetap terjangkau. Semoga pengalaman ini dapat kita implementasikan untuk pengembangan produk kriya di Babel,” ujarnya.
Noni berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi Dekranasda Babel untuk mendorong lahirnya inovasi produk berbasis Tenun Cual dan potensi lokal lainnya.
Dengan pengembangan desain, peningkatan kualitas produksi, serta nilai tambah produk, kriya Babel diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya daerah.
“Melalui pengembangan desain, kualitas produksi, dan nilai tambah produk, kriya Babel diharapkan semakin kompetitif serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas budaya daerah,” tutupnya.
Redaksi.
















