“Hal ini sejalan dengan penerapan pedoman SETARA sebagai acuan membangun ekosistem keuangan yang adil dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan komunitas disabilitas menyampaikan pengalaman positif, mulai dari fasilitas gedung yang aksesibel, ATM bagi tunanetra, hingga kemudahan administrasi melalui alternatif pengganti tanda tangan.
Acara juga menampilkan simulasi layanan (customer journey) bagi nasabah disabilitas, mulai dari area parkir, pendampingan petugas, layanan prioritas tanpa antre, hingga transaksi di teller dan customer service.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi pemerintah, regulator, dan perbankan menjadi fondasi membangun ekosistem ekonomi inklusif yang merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bank Sumsel Babel berharap standar layanan inklusif dapat terus meningkat dan diterapkan lebih luas di berbagai sektor.
Redaksi.



















