Soal Raperda APBD 2026, Efrianda menjelaskan tema pembangunan tahun depan adalah “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas/Potensi Unggulan dan Kesejahteraan Sosial.” Tema ini disusun untuk mendukung prioritas nasional dan provinsi sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Pemkab menetapkan target pembangunan 2026, antara lain pertumbuhan ekonomi 3,71–3,84%, PDRB per kapita Rp59,31 juta–Rp61,02 juta, serta penurunan pengangguran menjadi 3,90–3,92%. “Kami berharap APBD 2026 jadi fondasi kokoh untuk mencapai target RPJMD,” ucapnya.
Rapat juga memaparkan estimasi pendapatan daerah 2026 yang mencapai Rp805,1 miliar, turun 14,64% dari target APBD 2025. Belanja daerah ditetapkan Rp866,1 miliar, turun 12,52% dibanding tahun sebelumnya.
“APBD 2026 mengalami defisit Rp61 miliar atau 7,58% dari pendapatan daerah. Kami optimistis defisit bisa dikelola dengan transparan dan efisien,” tutup Efrianda.
Redaksi.
















