“Tugas pecinta alam bukan hanya menjaga hutan, tapi juga menjaga manusia yang hidup di atasnya,” kata Vioni Rahmawati dari KOMPAS UBB.
Aksi sosial itu melibatkan sejumlah organisasi pecinta alam di Babel, di antaranya, KOPASSAS Babel, KOMPAS UBB, PETA ALUR, GEMPAL UNMUH Babel, SISPALA GASIPA SMK 1 Mendo Barat, serta PASGAM SMA Muhammadiyah Toboali.
Hujan yang membasahi kotak donasi tak menghalangi masyarakat untuk ikut membantu. Donasi datang dari pengendara yang melintas, pejalan kaki, hingga warga yang mengirimkan sumbangan langsung melalui transfer.
Menurut Ridho, bantuan yang terkumpul nantinya akan diwujudkan dalam bentuk kebutuhan dasar untuk para penyintas seperti makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, hingga peralatan kebersihan.
“Setiap rupiah akan kita pastikan sampai ke tangan yang tepat,” ujarnya.
Aksi ini menjadi bukti bahwa generasi muda di Bangka Belitung terus menunjukkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami ingin memberi pesan bahwa Bangka Belitung tidak tinggal diam. Indonesia berjalan bersama,” tutup Ridho. (*)





















