“Kami berharap K3 benar-benar menjadi budaya kerja. Dengan kompetensi yang baik, pekerja dapat mendeteksi risiko sejak dini dan mengetahui langkah penanganan jika terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Manfaat pelatihan juga dirasakan langsung karyawan lapangan. Andry Eka Saputra, karyawan PT TIMAH Tbk di Area Bangka Selatan, menilai pelatihan P3K sangat krusial bagi pekerja tambang.
“Di lapangan dibutuhkan kesiapsiagaan tinggi. Jika terjadi kecelakaan, kami yang pertama turun membantu agar risikonya tidak berkembang lebih fatal,” kata Andry.
Ia berharap pelatihan serupa dapat digelar secara rutin guna menjaga kompetensi seluruh personel lapangan.
Redaksi.
















