Dari Malaysia, sebanyak empat petenis senior sejauh ini telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti kejuaraan. Kehadiran mereka, menurut Tobii, akan memberikan warna tersendiri bagi pertandingan.
“Tentu saja, karena ada petenis dari negara tetangga akan menambah iklim kompetitif dalam kejuaraan. Pastinya akan lebih seru,” kata dia.
Tobii juga melihat kejuaraan tersebut sebagai bagian dari dukungan komunitas tenis terhadap sektor pariwisata Pangkalpinang. Kehadiran peserta dari luar daerah dan luar negeri dinilai dapat membawa serta keluarga mereka sehingga memberi peluang bagi aktivitas wisata di kota itu.
“Kalau di pariwisata ada istilah MICE atau meeting, incentive, convention, exhibition. Nah, kejuaraan tenis yang kita hadirkan ini menjadi salah satu bentuk dukungan kita bagi geliat pariwisata di sini,” ujarnya.
Menurut dia, peserta dari luar kota dan negara tetangga tidak hanya datang untuk bertanding. Mereka juga berpotensi menghabiskan waktu untuk mengenal Pangkalpinang dan destinasi wisata di sekitarnya.
“Ramainya peserta dari luar kota dan negara tetangga beserta keluarganya dapat menjadi unsur penarik bagi mereka untuk sambil berwisata mengenal kota ini lebih lanjut,” kata Tobii.
Bagi petenis yang mau berpartisipasi, Tobii mengatakan panitia membuka pendaftaran hingga 7 Oktober 2026. “Silakan hubungi panitia,” ujar dia. (*)














