Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Peluk Dubes Palestina, Prabowo Tak Kuasa Tahan Air Mata di Hadapan Ribuan Santri Gontor

×

Peluk Dubes Palestina, Prabowo Tak Kuasa Tahan Air Mata di Hadapan Ribuan Santri Gontor

Sebarkan artikel ini

Usai momen itu, Prabowo kembali menuju podium untuk melanjutkan pidatonya. Namun, suaranya terdengar berubah seperti menahan tangis. Ia mengaku teringat penderitaan masyarakat Palestina yang hingga kini terus menghadapi serangan.

“Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian mengaitkan penderitaan rakyat Palestina dengan pentingnya membangun kekuatan bangsa. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi masyarakat Indonesia, terutama para ulama, kiai, pendidik, dan generasi muda, untuk belajar dan bekerja sungguh-sungguh membangun negara.

“Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara menjadi hal penting agar bangsa tersebut mampu berdiri tegak dan tidak mudah mendapatkan tekanan dari negara lain.

“Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel