“Sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk ketangguhan daerah. Melalui inovasi FABA dan teknologi rumpon hybrid, kami berharap produktivitas perairan meningkat dan kemandirian ekonomi masyarakat terwujud berkelanjutan,” kata Ira.
Pemanfaatan material Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari pembangkit listrik PLN menjadi bagian penting program ini. Selain mendukung ekonomi sirkular, material tersebut dinilai aman untuk pembentukan terumbu buatan.
Program ini juga melibatkan akademisi. Rahadian, mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, menjelaskan sistem budidaya dilakukan terintegrasi dari penetasan hingga pembesaran.
“Rumah pemijahan menetaskan telur cumi, kemudian benih dipindahkan ke keramba jaring apung di laut untuk pembesaran,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, pesisir Belinyu diarahkan menjadi kawasan ekonomi kelautan yang produktif, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan wilayah maritim.
Redaksi.



















