SEKILASINDONEWS|Pangkalpinang,- Istilah “Indonesia-sentris”, yang diperkenalkan oleh Presiden Jokowi, mencerminkan visi pembangunan yang berfokus pada seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya Jawa.
Hal ini ditegaskan dalam poin ketiga Nawa Cita yang menekankan “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.”
Dalam pidatonya pada 16 Agustus 2019 menjelang Rapat Gabungan DPD RI dan DPR RI, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pembangunan harus menjangkau seluruh Indonesia, tidak hanya Jakarta atau Jawa. Pembangunan ini bertujuan untuk membawa manfaat bagi seluruh masyarakat di berbagai wilayah nusantara.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan karakter kepulauan dan desa pesisirnya, menjadi salah satu contoh implementasi Indonesia-sentris. Salah satu daerah yang merasakan dampaknya adalah Kepulauan Pongok di ujung selatan Pulau Bangka.
Kepulauan Pongok, yang merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Lepar Pongok pada 12 Juli 2012, meliputi dua desa, Pongok dan Celagen, serta berdekatan dengan Selat Gaspar dan Laut Jawa. Sektor perikanan menjadi tulang punggung ekonomi di sini, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan.
Kemajuan Infrastruktur Mendorong Akses dan Produktivitas
Pembangunan infrastruktur transportasi, seperti dermaga beton permanen yang diresmikan pada 2021, merupakan contoh nyata dari pendekatan Indonesia-sentris. Dermaga ini memungkinkan kapasitas penampungan kapal yang lebih besar, memudahkan akses bagi masyarakat, terutama nelayan, dan mendukung sirkulasi barang serta potensi wisata.
Selain itu, KM Banawa Nusantara, kapal angkutan rakyat yang didukung Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, berperan penting dalam menghubungkan Kepulauan Pongok dengan wilayah lainnya. Kapal ini mempermudah pergerakan penduduk dan barang serta meningkatkan konektivitas pulau.
Pendidikan sebagai Prioritas
Pemerintah juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Kecamatan Kepulauan Pongok kini memiliki beberapa sekolah yang menerapkan kurikulum Merdeka Belajar dan menggunakan teknologi digital dalam pembelajaran.
Peningkatan akses pendidikan diharapkan mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kesempatan belajar bagi anak-anak di daerah ini.
Na’imah, ibu dari enam anak di Desa Celagen, mengungkapkan rasa syukurnya karena anak-anaknya kini bisa bersekolah tanpa harus bepergian jauh ke Toboali. Peningkatan fasilitas pendidikan menunjukkan komitmen terhadap pemerataan pendidikan.
Pengembangan Teknologi dan Akses Internet
















