Dengan skema tersebut, lulusan diharapkan dapat kembali mengisi kebutuhan tenaga spesialis di wilayah prioritas sesuai dengan perencanaan nasional.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah 3T memiliki akses yang lebih merata terhadap pelayanan kesehatan spesialistik.
Seleksi peserta didik PPDS RSPPU untuk 25 program studi baru tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada Kamis, 3 September 2026.
*Daftar Universitas dan Program Studi*
Sebanyak 25 prodi baru PPDS RSPPU bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Indonesia (UI).
Untuk 11 prodi spesialis dasar, pemerintah membuka Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. dr. Soeharso Surakarta, serta RSU Hermina Depok.
Program Studi Obstetri dan Ginekologi dibuka di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta. Sementara itu, Program Studi Radiologi tersedia di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil.
Selain itu, Program Studi Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak diselenggarakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Adapun Program Studi Ilmu Bedah dibuka di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Sementara untuk 14 prodi rumpun KJSU dan spesialis unggulan lainnya, pemerintah membuka Program Studi Bedah Saraf di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Program Studi Bedah Thorax Kardiovaskuler diselenggarakan di RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar. Program Studi Urologi dibuka di RSUD Dr. Moewardi serta RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.
Selanjutnya, Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah tersedia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh, dan RSUD dr. Soedarso.
Ekspansi pendidikan dokter spesialis juga mencakup Program Studi Kedokteran Nuklir di RSUP Dr. Kariadi. Program Studi Spesialis Kesehatan Mata dibuka di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya dan RSU Murni Teguh Memorial Hospital.
Sementara itu, Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi masing-masing dibuka di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
Melalui pembukaan puluhan prodi baru tersebut, pemerintah berharap jalur pendidikan dokter spesialis semakin terbuka dan kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai wilayah dapat dipenuhi secara lebih merata.
Herman Yakub.
















