Dari 157 lokasi penanganan sawah, sebanyak 124 lokasi telah selesai ditangani. Salah satu metode utama yang diterapkan adalah pemompaan air dari sungai ke sawah, yang telah dilakukan di 69 lokasi atau sekitar 43,9 persen dari total penanganan di sektor pertanian.
Sementara itu, di wilayah permukiman, Kementerian PU memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui distribusi air bersih.
Dari 931 lokasi penanganan di kawasan permukiman, sebanyak 811 lokasi telah selesai ditangani. Distribusi air bersih menjadi metode utama yang telah dan sedang dilakukan di 902 lokasi, atau sekitar 96,9 persen dari total penanganan kekeringan di kawasan tersebut.
Untuk penanganan ancaman karhutla, pemerintah telah dan sedang menangani 141 lokasi, dengan 137 lokasi di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Dari sisi persebaran, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan cakupan penanganan terbesar, yakni 728 lokasi. Penanganan di Pulau Jawa juga telah membantu menyelamatkan 26.346 hektare lahan sawah serta memenuhi kebutuhan air bersih bagi 533.604 jiwa.
“Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU terus mengerahkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk menghadapi dampak kekeringan, menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, serta melindungi lahan pertanian agar produktivitas pangan tetap terjaga,” pungkas dia.
Herman Yakub.
















