“Jadi nanti kepala daerah itu sidak semua dapur di standarnya. Dari standar dapurnya dan kapasitas dapurnya, itu semua dinilai,” kata Sudaryono.
Dalam pengawasan berbasis teknologi, BGN juga terus memperluas pemasangan CCTV untuk memastikan proses memasak dan penyajian MBG berjalan sesuai standar.
Sejauh ini, CCTV telah terpasang di 70 SPPG. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan hingga menjangkau 300 SPPG dan seterusnya. BGN pun menargetkan pemasangan CCTV yang terhubung dengan kantor pusat BGN di 5.000–10.000 SPPG hingga akhir tahun ini.
Melalui sistem tersebut, BGN dapat mendeteksi praktik pengolahan makanan yang tidak sesuai dengan standar kebersihan, seperti meletakkan bahan makanan di lantai atau tidak menggunakan sarung tangan saat mengolah makanan.
Dengan demikian, potensi pelanggaran dapat diidentifikasi dan dicegah sebelum bahan makanan diolah menjadi hidangan yang disajikan kepada penerima manfaat MBG.
“Maka yang kami lakukan adalah kami ingin CCTV yang gambarnya dinikmati oleh si pemilik dapur itu, kemudian bisa kami nikmati dengan cara dikoneksikan ke pusat, kemudian dikasih Artificial Intelligence,” kata Sudaryono.
Penguatan pengawasan dan perbaikan tata kelola ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar.
“Aturan-aturan yang dulu tidak ada, kami adakan. Aturan-aturan yang salah di masa lampau, kami perbaiki. Ini yang kami lakukan selama 100 hari ini dan akan terus kami lakukan,” tegasnya.
Herman Yakub.
















