Kemudian, untuk mempercepat peningkatan capaian program TB di tahun 2026, pemerintah melaksanakan perbaikan 8.000 rumah pasien TB di wilayah dengan beban kasus tinggi. Program ini bertujuan untuk memutus rantai penularan sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang sehat guna mempercepat proses penyembuhan pasien.
“Pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah prioritas beban kasus tinggi. Dan ini meningkat dari 300 rumah per tahun pada 2020 sampai 2023,” ujar Qodari.
“Sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan (untuk perbaikan) melalui aplikasi SIBARU. Rumah layak huni adalah garis pertahanan pertama melawan penularan TBC,” tambahnya.
Upaya pencegahan dan penanganan TB turut diperkuat melalui pemberdayaan 6.484 desa dan kelurahan siaga TB yang tersebar di 23 provinsi.
Herman Yakub.
















