Lalu, Jembatan Timang Gajah (Bener Meriah), Box Culvert Lampahan (Bener Meriah), Jamur Ujung (Bener Meriah), Titi Merah (Aceh Tengah), Lenang (Aceh Tengah), Jambo Masjid (Lhokseumawe), Bener Kelipah (Bener Meriah), dan Bener Pepayi (Bener Meriah).
Berdasarkan data Kementerian PUPR, pemulihan sektor darat difokuskan pada perbaikan ruas jalan dan jembatan yang sempat terputus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan percepatan pembukaan akses darat sangat krusial untuk memastikan kelancaran distribusi barang, alat berat, dan bantuan logistik.
Dengan terbukanya aksesibilitas transportasi pada penghujung tahun, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pada awal 2026 dapat berjalan lebih cepat dan signifikan.
“Diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar, sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (23/12).
Herman Yakub.
















