“Jadi, pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu itu. Orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala daerah, dan dinas-dinas bisa mengakses informasi ini,” imbuh dia.
Di samping itu, Sudaryono mengatakan bahwa BGN juga akan meningkatkan transparansi informasi di situs resminya. Dalam hal ini, BGN akan memperbarui tampilan situs serta mencantumkan data mengenai jumlah SPPG yang beroperasi di setiap kecamatan dan kabupaten/kota beserta jumlah penerima manfaatnya.
“Kasih saya waktu beberapa hari ini untuk kami perbaiki, sehingga bapak Ibu semua mungkin tidak perlu kemudian bertanya secara manual, tapi by system bisa kami perbaiki,” pungkas dia.
Herman Yakub.
















