“Jangan lengah. Meskipun situasi kita saat ini kondusif, tapi potensi radikalisme masih mengintai hingga saat ini. Karena itu, kita harus waspada agar paham tersebut tidak menyusup ke lingkungan kita,” tegasnya
Subekti mengungkapkan materi yang disampaikan Densus 88 sangat penting sebagai bekal bagi tokoh agama, masyarakat, dan peserta kegiatan agar mampu menjadi agen pencegahan radikalisme di lingkungan masing-masing.
“Kami harap peserta kegiatan ini dapat menjadi penyambung informasi dan ikut menjaga keamanan lingkungan, terlebih menjelang pelaksanaan MTQ pada 23 Juli mendatang,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak ragu melapor jika menemukan konten atau aktivitas yang mencurigakan.
Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ideologi dan menjaga wilayah dari ancaman paham ekstrem dan aksi terorisme.
“Jika ditemukan hal-hal mencurigakan yang berbau radikalisme seperti aksi terorisme dan ancaman paham ekstrem, baik itu di media sosial maupun di lingkungan sekitar segera laporkan,” pungkasnya. (*)





















