“Kami minta perusahaan membuka peluang untuk disabilitas. Tahun lalu saja ada lebih dari 500 kasus PHK, mereka juga perlu diprioritaskan,” jelasnya.
Ia menambahkan pentingnya setiap rumah tangga memiliki anggota yang bekerja agar kesejahteraan dapat terjaga.
“Jangan sampai dalam satu KK tidak ada pencari nafkah,” tambahnya.
Selain menggelar job fair, Pemkot Pangkalpinang juga akan mendorong program sertifikasi kompetensi dan pendataan tenaga kerja sektor formal dan informal untuk mendukung pengurangan angka pengangguran.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Semoga Job Fair 2025 memberi manfaat besar bagi warga dan dunia usaha,” tutup Unu. (*)

















