Saparudin menjelaskan, durian Cumasi awalnya hanya tumbuh di kebun masyarakat.
Namun, melalui pengembangan bibit oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini varietas tersebut mulai dibudidayakan lebih luas oleh para petani.
“Sekarang durian Cumasi sudah berkembang cukup pesat dan mulai dipasarkan ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung hingga Yogyakarta,” ujarnya.
Meski bukan daerah penghasil durian, Pangkalpinang dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pemasaran durian Bangka Belitung.
Karena itu, Pemkot menetapkan Destar Point sebagai lokasi tetap penyelenggaraan bazar sekaligus memperkuat kawasan tersebut sebagai pusat UMKM dan destinasi wisata kuliner.
“Ke depan, setiap musim durian bazar Cumasi akan kita pusatkan di Destar Point agar menjadi destinasi wisata kuliner durian di Pangkalpinang,” katanya.
Bazaar Cumasi Durian Babel 2026 berlangsung hingga 12 Juli 2026 dengan melibatkan pelaku UMKM, pedagang durian lokal, serta didukung Bank Indonesia, Bank Sumsel Babel, BPS, dan sejumlah instansi lainnya.
















