Dibandingkan rata-rata inflasi Babel yang mencapai 2,51 persen dan nasional 2,86 persen, Pangkalpinang dinilai mampu menjaga kestabilan harga. Sementara inflasi tertinggi di Babel tercatat di Belitung Timur dengan angka 3,3 persen.
Menurut Juhaini, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 1,88 persen. Adapun komoditas yang paling memengaruhi inflasi ialah cabai merah (0,23 persen), daging ayam ras (0,21 persen), dan emas perhiasan (0,16 persen).
“Kenaikan cabai merah terjadi karena pasokan dari petani menurun. Harga ayam ras naik akibat mahalnya pakan, sedangkan emas perhiasan terdorong kebijakan moneter global dan tren masyarakat menyimpan emas,” jelasnya.
Ia memastikan Pemkot Pangkalpinang akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga harga tetap stabil.
“Inflasi yang terkendali menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tetap kuat,” tegas Juhaini.
















