Sedangkan, penyumbang inflasi tertinggi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi 0,68 persen.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemkot Pangkalpinang telah melakukan berbagai upaya.
Di antaranya melaksanakan Gerakan Pangan Murah pada 4 Juli, pemantauan harga pasar, serta persiapan penyaluran cadangan pangan pemerintah pada 27 Juli mendatang kepada 7.406 kepala keluarga di tujuh kecamatan, berupa 14,8 ton beras.
Selain itu, Pemkot juga menyalurkan pupuk, bantuan benih, dan sarana produksi kepada 30 kelompok wanita tani.
“Untuk saat ini, kami belum melakukan sidak karena tidak ada lonjakan harga yang signifikan di pasar,” ujar Juhaini.
Terkait agenda pembangunan tiga juta rumah yang turut dibahas dalam rakor tersebut, Juhaini menyebut Pemkot Pangkalpinang fokus pada perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
“Dari total 1.339 unit RTLH, sebanyak 49,14 unit telah ditindaklanjuti dan akan terus menjadi prioritas pembangunan ke depan,” pungkasnya. (*)
















