“Kami optimistis, jika semua pihak bergerak bersama, Pangkalpinang dapat menjadi kota bersih, sehat, dan nyaman. Target Bangka Belitung bebas sampah bukan mustahil, asal pemerintah dan masyarakat saling mendukung,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, menjelaskan bahwa pasar dipilih sebagai fokus kegiatan karena menjadi pusat interaksi masyarakat sekaligus penyumbang volume sampah terbesar.
“Dengan membersihkan pasar, kita memulai perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah kota,” katanya.
Selain menurunkan armada kebersihan, Pemkot juga mewajibkan setiap kelurahan, kelompok masyarakat, dan lembaga usaha melakukan pembersihan lingkungan hingga 15 Oktober mendatang. Hasil kegiatan wajib didokumentasikan, ditimbang, dan dilaporkan melalui sistem online yang telah disediakan.
“Dengan sistem digital ini, kita bisa menghitung secara akurat berapa banyak sampah yang berhasil dikelola. Data tersebut menjadi indikator nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah,” pungkas Bartholomeus. (*)
















