Selain itu, perusahaan juga menanam tanaman produktif seperti kelapa sawit dan karet yang diharapkan memberikan nilai ekonomi jangka panjang.
PT TIMAH Tbk turut menanam tanaman lokal guna menjaga keanekaragaman hayati, di antaranya ketapang, blangiran, nyato, melangir, dan dadap.
Program reklamasi juga dilengkapi dengan penanaman tanaman buah, seperti jambu mete, kelapa hibrida, jambu, jeruk, sirsak, kelengkeng, alpukat, rambutan, hingga manggis.
Tanaman buah tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar dan mendukung ketahanan pangan lokal.
“Reklamasi tidak hanya kami maknai sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Anggi.
Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH Tbk memperkuat sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan penerapan kaidah pertambangan yang baik (Good Mining Practice) serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya perlindungan ekosistem darat.
Redaksi.
















