Meski para pekerja berhasil kabur, satu unit ponton berhasil diamankan dan langsung ditarik ke pinggir sebagai barang bukti. Namun, beberapa jam setelahnya, segerombolan orang menggunakan speed lidah mendekati dan memepet speed petugas, kemudian menyerang operator dengan tombak.
“Nah, saat di perjalanan, sekitar enam orang datang menggunakan speed dan langsung menyerang. Pelaku belum diketahui seluruhnya, namun satu orang dikabarkan telah diamankan. Diduga mereka tidak terima pontonnya ditarik ke pinggir oleh petugas,” kata sumber.
Ia menambahkan hingga saat ini, anggota Sat Polairud Polres Bangka Selatan dikabarkan akan melakukan pembongkaran terhadap ponton tersebut sebagai bagian dari penyidikan. Selain itu, speed lidah yang diduga milik pekerja ponton juga turut diamankan.
“Pontonnya mau di bongkar hari ini bang, sementara speed dan mesinnya yang digunakan saat menyerang juga telah diamankan bang,” ujarnya.
Sementara, awak media mencoba konfirmasi ke Kasat Polairud Polres Bangka Selatan, Iptu Mulia Renaldi, namun belum ada jawaban hingga berita ini diterbitkan. Media terus berupaya mendapatkan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (*)
















