Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Advertorial

Penguatan tata kelola jadi kunci percepat investasi PLTS 100 GW

×

Penguatan tata kelola jadi kunci percepat investasi PLTS 100 GW

Sebarkan artikel ini

“Kalau sejak awal PLN menggandeng KPK, pesan yang muncul sangat kuat, yaitu proyek ini bukan hanya ambisi energi bersih, tetapi juga proyek yang dijalankan dengan integritas,” ujarnya.

Selain aspek tata kelola, Tohom menilai pemanfaatan lahan pemerintah dan pembangunan PLTS terapung di waduk menjadi solusi yang dapat meningkatkan efisiensi biaya investasi sekaligus memperbaiki keekonomian proyek.

Ia menambahkan, pengembangan PLTS yang dipadukan dengan “battery energy storage system” (BESS) juga akan memperkuat keandalan pasokan listrik nasional serta mendukung kebutuhan energi bagi kawasan industri di masa mendatang.

Menurut Tohom, keberhasilan proyek PLTS 100 GW akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang serius mengembangkan energi terbarukan di kawasan Asia, sekaligus membuka peluang investasi baru, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing ekonomi nasional.

Karena itu, ia mendorong sistem pengadaan lahan berbasis data dan pemetaan digital, disertai pengawasan yang baik agar proyek dapat berjalan efektif, efisien, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian ESDM dalam menyiapkan lokasi pembangunan PLTS 100 GW di Pulau Jawa.

Menurut Darmawan, usulan lahan dari Kementerian ATR/BPN mencapai sekitar 28 ribu hektare dan telah dipadankan (overlay) dengan peta jaringan transmisi serta gardu induk milik PLN.

Dari total tersebut, sekitar 8.500 hektare dapat segera dimanfaatkan untuk menghasilkan sekitar 8,5 GWp listrik dan akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (BESS).

Selain itu, pengembangan PLTS terapung di sejumlah waduk di Pulau Jawa diperkirakan dapat memanfaatkan sekitar 10 ribu hektare permukaan waduk dengan potensi kapasitas pembangkitan mencapai 10 GWp.

Proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu pendorong percepatan transisi energi nasional, memperkuat ketahanan energi, sekaligus membuka peluang investasi hijau yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel