Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum PBSI Bangka Selatan, Gusti Randa, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus bekerja dengan ritme yang terukur dan berorientasi hasil.
“Kita tidak ingin hanya ramai di awal. Yang kita bangun adalah sistem pembinaan yang berkelanjutan. Atlet harus dipersiapkan dari sekarang, dengan pola latihan yang terarah dan kompetisi yang rutin,” kata Gusti Randa.
Ia juga menekankan bahwa target dua emas bukan sekadar angka, melainkan simbol keseriusan dalam membangun prestasi.
“Target itu realistis kalau kita kerja serius. Kita ingin PBSI Bangka Selatan tidak hanya berprestasi di daerah, tapi juga mampu menembus level nasional bahkan lebih tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Bangka Selatan, Andri Fahrial, menyambut positif pelantikan pengurus baru PBSI Basel. Ia menilai cabang olahraga bulutangkis selama ini menjadi salah satu penyumbang medali yang konsisten bagi daerah.
“Saya dulu juga lahir dari PBSI. Dari Porprov 2006 sampai 2023, bulutangkis selalu menyumbang medali untuk Bangka Selatan. Ini tradisi yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Andri memastikan KONI akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan atlet, tidak hanya untuk PBSI, tetapi juga seluruh cabang olahraga lainnya.
“Kami berharap kepengurusan baru ini bisa membawa PBSI lebih berprestasi lagi, tidak hanya di Porprov, tapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya. (rik)




















