“Ini juga dalam rangka tadi perintah Presiden bersih-bersih perhajian Indonesia supaya lebih berkah pada Presiden, supaya bersih, supaya bebas dari kartel haji dan kartel umrah,” terangnya.
Lebih lanjut, Dahnil menyampaikan bahwa Prabowo juga meminta agar waktu antrean haji dipangkas sehingga lebih pendek dari saat ini yang rata-rata mencapai 26 tahun. Atas perintah tersebut, kementeriannya memvalidasi 5,7 juta data dan ternyata ditemukan 400.000 data yang tidak valid.
“Setelah kami hitung secara faktual, antrean haji pada tahun ini itu yang berangkat rata-rata menunggu hanya 14 tahun. Jadi, antrean faktualnya sekarang 14 tahun sesuai dengan perintah Presiden,” pungkasnya.
*Diapresiasi Presiden Prabowo*
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi upaya pemerintah membersihkan ekosistem haji dan umrah dari kartel, pelanggaran, dan kecurangan yang merugikan calon jemaah. Apresiasi tersebut juga diberikan terhadap peluncuran hotline ‘Berantas Mafia Haji dan Umrah’ beberapa pekan lalu.
“Beliau (Presiden) sangat apresiasi dengan upaya kita dalam rangka membersihkan ekosistem haji maupun umrah dari kartel-kartel, dari beberapa pelanggaran-pelanggaran, dari kecurangan-kecurangan yang semuanya bermuara pada kerugian bagi calon jemaah,” kata Irfan.
Irfan berharap apresiasi tersebut semakin menyemangati Kementerian Haji dan Umrah untuk memberantas praktik yang merugikan jemaah.
“Istilah beliau adalah sapu sajalah semua kartel-kartel dan mafia-mafia yang terkait dengan haji dan umrah,” ujarnya.
Herman Yakub.
















