Pembangunan tanggul didukung pengerahan tiga unit excavator yang mulai bekerja secara bertahap sejak Minggu (11/10).
Penyelesaian tanggul tersebut menjadi langkah awal untuk mengendalikan risiko di kawasan terdampak, sembari menyiapkan penanganan infrastruktur sungai secara lebih menyeluruh.
Pemerintah juga menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar perlindungan terhadap kawasan rawan banjir dapat diperkuat dalam jangka panjang.
*Normalisasi Sungai dan Pembangunan Pengendali Banjir*
Selain penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji.
Program ini diarahkan untuk memperbaiki kondisi sungai sekaligus meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di kawasan terdampak.
Lingkup pekerjaan yang direncanakan mencakup normalisasi dan pembukaan alur sungai, peninggian atau pembangunan tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam untuk membantu mengendalikan aliran air dan material sedimen.
Mobilisasi tambahan alat berat direncanakan dilakukan secara bertahap mulai 15 Oktober 2026. Kementerian PU juga menyiapkan tim kaji cepat dari Balai Teknik Sungai dan Sabo untuk mengevaluasi kondisi lapangan serta memberikan masukan teknis dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Di kawasan muara, pekerjaan pengerukan direncanakan mulai 13 Oktober 2026 dengan estimasi pelaksanaan sekitar dua bulan.
Sementara itu, tim pengukuran telah menuju lapangan untuk mempersiapkan pekerjaan permanen, termasuk pembangunan check dam yang direncanakan berlangsung selama enam bulan, bersamaan dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.
Herman Yakub.
















