Sebab, kata dia, Pancasila terbukti mampu mempersatukan bangsa dalam menghadapi beragam gelombang tantangan dan ujian sejarah, sehingga sampai detik ini bangsa Indonesia berdiri kokoh, dan tangguh sebagai bangsa yang besar.
“Pancasila harus kita jiwai dan pedomani agar menjadi ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadirannya dan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia,” katanya.
Selain regulasi yang berdasarkan pada semangat dan jiwa Pancasila, segenap anak bangsa perlu keteladanan yang tercermin dari etika, integritas dan karakter para pemimpin dan rakyat Indonesia.
“Perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia, dan Pancasila menjadi filter agar bangsa Indonesia tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pesatnya teknologi informasi yang ditandai masifnya penggunaan teknologi dan ponsel pintar dalam mengakses informasi dari berbagai media, dapat dimanfaatkan secara bijaksana yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengarus-utamakan Pancasila dengan motode dan cara-cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang akan menempatkan kaum milenial, dan Gen-z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa” pungkasnya.
















