Direktur Utama PT Timah Tbk Restu Widiyantoro mengingatkan bahwa tantangan perusahaan kini jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya.
Selain mengelola tambang, perseroan dituntut menghasilkan profit, memperkuat tata kelola, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi devisa negara.
“Pemimpin PT Timah lahir dari proses panjang sebagai penambang yang teruji di lapangan. Tapi hari ini itu belum cukup. Seorang leader harus mampu menggerakkan organisasi, mengambil keputusan berbasis data, dan menjadi teladan di depan,” ujarnya.
Restu meminta seluruh peserta memanfaatkan TELP sebagai ruang belajar terbuka. Menurutnya, masa depan PT Timah sangat ditentukan oleh kualitas pemimpin yang berani bertransformasi dan tidak terjebak pada pola lama.
Hal senada disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah Tbk Ratih Mayasari. Ia menyebut TELP dirancang untuk menjawab kebutuhan kepemimpinan korporasi modern yang menuntut akuntabilitas, inovasi, dan kemampuan membaca risiko bisnis.
“Program ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin melahirkan pemimpin yang tidak hanya andal di aspek teknis pertambangan, tetapi juga matang dalam mengelola aset, operasional, serta pengembangan bisnis secara profesional,” katanya.
Ratih menegaskan, pemilihan narasumber dilakukan secara ketat agar peserta memperoleh pengalaman nyata dari praktisi yang telah teruji memimpin organisasi besar.
“Mereka bukan hanya kuat secara teori, tetapi punya rekam jejak. Harapannya, inspirasi itu menular dan membentuk karakter pemimpin masa depan PT Timah Tbk,” ujarnya.
Peluncuran TELP 2026 menjadi sinyal kuat bahwa PT Timah Tbk tengah berbenah dari hulu ke hilir. Di tengah sorotan publik terhadap industri timah, perusahaan memilih menjawabnya dengan penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas manusia di dalamnya.
Manajemen optimistis, lewat program ini PT Timah Tbk tidak hanya akan melahirkan pemimpin internal yang tangguh, tetapi juga memperkokoh posisi perusahaan sebagai BUMN strategis yang berdaya saing global.
Transformasi, bagi PT Timah, bukan slogan di atas kertas, melainkan kerja nyata yang dimulai dari membentuk pemimpinnya hari ini. (*)










