Dengan dipasangnya gorong-gorong di sejumlah titik rawan genangan, aliran air anak sungai diharapkan lebih lancar sehingga struktur jalan lebih kuat dan tidak mudah tergerus.
“Gorong-gorong ini bukan sekadar pelengkap, tapi kunci ketahanan badan jalan. Kalau drainase lancar, jalan tidak cepat rusak dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Program TMMD Ke-127 tidak hanya fokus pada pembukaan dan pengerasan jalan serta pemasangan gorong-gorong. Kegiatan juga mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan musala, pembangunan sumur bor, serta berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan, pelayanan kesehatan, posyandu, hingga donor darah.
“TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat. Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan, baik dari sisi infrastruktur maupun kesejahteraan sosial,” tegasnya.
TMMD Ke-127 dijadwalkan berlangsung selama 30 hari. Dengan progres pembangunan yang terus dikebut dan melibatkan gotong royong antara TNI dan masyarakat, akses jalan sepanjang 5,5 kilometer itu ditargetkan rampung pada 11 Maret 2026.
Apabila seluruh target selesai tepat waktu, akses pertanian di Desa Penutuk dipastikan semakin lancar, distribusi hasil panen lebih efisien, dan roda perekonomian warga Pulau Lepar akan semakin bergerak positif. (*)
















