Suasana penutupan makin meriah saat Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yusderahman, turut naik ke panggung penghormatan untuk memberikan piala dan menyampaikan sambutan. Kehadirannya mencuri perhatian publik, sebab Yusderahman dikenal pernah memperkuat Persit Air Lintang Tempilang pada era 1980-an.
“Selamat kepada seluruh tim yang sudah berjuang. Khusus Persit Air Lintang, ini kebanggaan untuk Tempilang. Kita nantikan turnamen berikutnya di Open Turnamen Ruah Tempilang 2025,” ujar Yusderahman disambut tepuk tangan warga.
Momen itu terasa spesial karena Yusderahman tak hanya hadir sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai sosok yang mengerti betul perjalanan panjang sepak bola desa tersebut. Kehadirannya di lapangan menjadi penyemangat bagi pemain maupun masyarakat yang hadir.
Kepala Desa Penyampak, Doni, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran turnamen, mulai dari aparat keamanan Polsek Tempilang, personel TNI, Satpol PP, hingga panitia dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah turnamen berjalan kondusif dan ramai. Ini bukti semangat olahraga masyarakat Tempilang masih sangat tinggi,” ujarnya.
Lapangan Ghorib yang menjadi lokasi pertandingan terlihat dipenuhi warga dari berbagai desa. Ibu-ibu memenuhi sisi lapangan sambil merekam momen pertandingan, sementara anak-anak duduk berdesakan di tepi rumput, tak ingin melewatkan satu pun aksi pemain idolanya.
Turnamen Pemuda Cup 2025 pun menjadi bukti bahwa olahraga rakyat di Bangka Barat kembali bangkit. Dari lapangan sederhana, dari langkah kaki pemain yang penuh lumpur, hingga sorak-sorai warga, semuanya menjadi bagian dari semangat baru generasi muda Tempilang dalam menghidupkan olahraga desa. (*)
















