Aksi penyelamatan itu berlangsung berjam-jam. Giman berenang bolak-balik seorang diri, mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang hampir hanyut hingga seng tempat berlindung warga mulai bergoyang diterjang arus dan puing.
Meski banyak rumah warga, termasuk rumahnya sendiri, mengalami kerusakan parah akibat banjir, Giman mengaku tak mempermasalahkannya. Baginya, keselamatan nyawa adalah yang utama.
“Perasaan saya satu, senang sekali melihat mereka selamat. Walaupun kondisi rumah rusak parah,” katanya.
Ia mengaku lebih bahagia karena bukan hanya keluarganya yang selamat, tetapi juga puluhan warga yang berhasil dievakuasi dari amukan banjir. Soal kerusakan rumah dan harta benda, Giman menilai itu sebagai bagian dari bencana yang harus diterima bersama.
“Saya juga tidak tega melihat kondisi itu. Tapi mau bagaimana lagi, ini memang bencana,” ujarnya.
Tindakan Sertu Giman kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dengan peralatan seadanya, ia tercatat berhasil menyelamatkan sekitar 20 orang, mulai dari tetangga, bayi, balita, hingga lansia.
Herman Yakub.
















