“Setiap daerah pasti punya kelebihan dan potensinya. Seperti halnya di Negeri Serumpun Sebalai ini, bagaimana masyarakat yang heterogen ini dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Kemudian dianugerahi sumber daya alam yang melimpah serta keindahan alam sebagai potensi wisatanya,” ungkapnya.
Selama menjabat, Sugito telah mengimplementasikan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ia juga menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait pendidikan dan pernikahan dini.
“Semua pihak, saya harap bisa berkolaborasi utamanya dalam membangun kesadaran dan merubah mindset di masyarakat bahwa pendidikan sangat penting,” tegasnya.
Usai dialog, Sugito kemudian meresmikan perubahan nama perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung menjadi Perpustakaan Aksiologi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dan memberikan cinderamata berupa dua buku karyanya.
Pesan Sugito tentang pentingnya manfaat dalam pengabdian diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.



















