Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Pintu Lapangan Kerja yang Sering Tertutup bagi Eks Napi, Terbuka Lewat MBG

×

Pintu Lapangan Kerja yang Sering Tertutup bagi Eks Napi, Terbuka Lewat MBG

Sebarkan artikel ini

“Pengantaran saya ada 4 titik, yaitu di Sindangsari, sama Kepayang, sama TK Al Amin, sama TK PAUD. Ada juga posyandu dua titik untuk di Sindang sama Desa Kepayang,” katanya.
Dalam menjalankan tugasnya, Bayu mengaku tidak selalu menghadapi kondisi yang mudah.

“Kalau dibilang enak ya suka duka, Pak. Kadang makan kita terlambat karena masih di sekolah. Kadang dimarahin guru karena telat. Di jalan ngebut juga dimarahin orang. Banyak rintangan, Pak,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap bersyukur atas kesempatan kerja yang ia dapatkan saat ini. “Alhamdulillah adanya MBG ini saya bisa kerja, bisa untuk makan sehari-hari,” kata Bayu.

Kini ia juga telah berkeluarga dan memiliki seorang anak yang masih bayi. “Sudah, satu anak, baru umur 4 bulan,” ujarnya.

Bagi Bayu, pekerjaan sebagai sopir MBG bukan hanya sekadar pekerjaan. Program tersebut memberinya kesempatan untuk membangun kembali kehidupan setelah masa lalu yang sulit.
Ia berharap program MBG dapat terus berjalan dan membuka peluang kerja bagi lebih banyak masyarakat.

“Harapan saya ke depan semoga MBG terus berlanjut dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat, khususnya bagi kami para mantan narapidana,” kata Bayu.

Di balik distribusi makanan bergizi untuk anak-anak sekolah, program MBG juga menghadirkan cerita tentang kesempatan kedua, seperti yang kini dijalani Bayu Susanto.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel