Ia berharap, pengelolaan tidak hanya berhenti di bahan mentah, melainkan bisa menghasilkan produk jadi.
“Kami sangat berharap timah bisa dikelola menjadi produk hilir. Kami terbuka untuk kolaborasi, tentunya dengan memperhatikan aspek lingkungan di darat maupun laut,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan investor Cina, Mr. Yu Jianguo, menyatakan ketertarikannya terhadap peluang kerja sama tersebut.
Melalui penerjemahnya, Yu menyebutkan bahwa perusahaannya bergerak di bidang bioteknologi dan reklamasi, serta tertarik pada proyek pembangkit listrik.
“Kami menyambut baik peluang kerja sama ini, dan akan mempertimbangkan potensi hilirisasi yang bisa dikembangkan di Bangka Belitung,” kata Yu.
Usai pertemuan, rombongan Pemprov Babel bersama delegasi investor meninjau langsung beberapa titik lokasi yang direncanakan menjadi kawasan industri baru. (*)

















