Menurut Tito, isu strategis seperti swasembada pangan perlu menjadi prioritas. Ia menyebut penguatan regulasi, anggaran, teknologi, sumber daya manusia pertanian, distribusi, dan optimalisasi lahan sebagai langkah konkret.
“Kolaborasi pusat dan daerah penting agar kebijakan implementatif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Tito juga mengingatkan bahwa keberhasilan otonomi daerah bergantung pada kapasitas setiap pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam merancang kebijakan berbasis potensi lokal.
“Pemerintah daerah harus menjadi mitra aktif, bukan sekadar pelaksana kebijakan pusat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Tito mengajak seluruh pemda menjadikan momen 29 tahun otonomi daerah sebagai refleksi untuk memperkuat pelayanan publik dan pengelolaan sumber daya.
“Penguatan kapasitas daerah krusial untuk membangun pemerintahan yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
















