“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga jaringan listrik dengan menghindari aktivitas berbahaya, terutama bermain layang-layang di dekat jaringan tegangan tinggi. Hal ini penting demi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik,” ujar Teddy.
Tak hanya soal larangan layang-layang, masyarakat juga diberi penjelasan mengenai jarak aman terhadap tower maupun kabel transmisi. Mereka juga mendapat panduan langkah cepat jika terjadi gangguan listrik.
Metode dialog interaktif membuat sosialisasi ini berjalan hidup. Warga bisa bertanya langsung dan menyampaikan pengalaman sehari-hari, sehingga informasi keselamatan lebih mudah dipahami.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif. Salah satunya datang dari Rahmat, warga yang tinggal di sekitar jalur transmisi. Ia mengaku baru menyadari adanya aturan resmi terkait jarak aman jaringan listrik.
“Selama ini saya kira main layang-layang di dekat tower aman saja. Ternyata sangat berbahaya, bisa menyebabkan listrik padam dan membahayakan nyawa. Sekarang saya paham pentingnya aturan jarak aman, dan saya akan mengingatkan anak-anak serta tetangga agar bermain jauh dari kabel listrik,” ungkap Rahmat.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menegaskan bahwa sosialisasi ini sejalan dengan semangat Hari Pelanggan Nasional. Menurutnya, PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tapi juga memastikan masyarakat merasa aman.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi PLN untuk lebih dekat dengan masyarakat. Bagi kami, pelayanan terbaik bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga memberi rasa aman kepada masyarakat. Edukasi seperti ini penting agar kesadaran akan bahaya listrik semakin meningkat. Dengan begitu, kita bisa menjaga keselamatan sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di Bangka Belitung,” kata Ira.
PLN UIW Babel memastikan akan terus menggencarkan edukasi serupa di berbagai wilayah. Dengan sinergi PLN dan masyarakat, diharapkan lingkungan yang aman dapat terwujud, dan pasokan listrik yang handal di Pulau Bangka senantiasa terjaga. (*)
















