Adapun PLN Indonesia Power meraih Second Runner-up melalui inovasi integrasi biomassa dan pengelolaan energi cerdas yang dikembangkan UBP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan inovasi menjadi bagian penting dalam mempercepat transisi energi.
“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang bagaimana kita berinovasi agar setiap aset dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Ruly.
Fasilitas hidrogen hijau di PLTGU Muara Karang mampu memproduksi hingga 43 ton hidrogen per tahun. Inovasi ini juga mencatat penghematan biaya listrik sekitar Rp1,19 miliar per tahun dan potensi pendapatan baru Rp2,74 miliar melalui perjanjian pembelian hidrogen dan oksigen.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menambahkan integrasi biomassa dan pengelolaan energi cerdas bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, menjaga keandalan pasokan, serta mengurangi dampak lingkungan.
“Kami akan terus mendorong inovasi agar transformasi pembangkitan memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan mendukung transisi energi,” ujarnya.
















