Darmawan menyebut daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW, atau berkurang sekitar 600 MW.
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro. Namun, kondisi atmosfer yang kering membuat awan yang dapat disemai masih terbatas.
“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan.
Untuk jangka panjang, PLN menyiapkan penguatan sistem melalui sekitar 5,2 GWp PLTS dan 8,2 GWh BESS.
Redaksi.
















