Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyebut OPS sebagai langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan hijau.
“OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal,” kata Achmad.
Direktur Utama EPI Andriyuda Siahaan mengungkapkan hasil uji coba OPS menunjukkan penghematan bahan bakar minyak (BBM) sekitar 700 liter dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Kita lakukan uji coba, tidak sampai 24 jam efisiensinya mencapai sekitar 700 liter (setara 50 hingga 60 persen per hari sandar),” ujar Andriyuda.
Pengembangan OPS ditargetkan mencapai 24 unit di Tanjung Priok pada 2027, dengan kapasitas total 12 MVA.
Program tersebut diproyeksikan menghemat 4–5 juta liter BBM dan mengurangi emisi hingga 8–10 ribu ton CO₂ per tahun.
Redaksi.
















