“Dekarbonisasi industri tidak harus dipandang sebagai cost of doing business, melainkan investasi strategis untuk menjaga daya saing industri di masa depan,” ujar Toni.
Sementara itu, Executive Chairperson Indonesia Energy Transition Implementation Joint Office (IETJO/Rumah PATEN), Edo Mahendra, mengapresiasi langkah PLN yang mengagregasikan kebutuhan listrik hijau industri untuk mendorong investasi.
Menurut Edo, kepastian, kejelasan, dan stabilitas permintaan energi bersih dapat meningkatkan kepercayaan investor.
Melalui penguatan REC dan GEAS, PLN optimistis dapat membantu industri nasional menghadapi tuntutan dekarbonisasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia di tingkat regional.














