Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, memastikan sistem kelistrikan Flores yang menjadi tulang punggung pasokan listrik Labuan Bajo masih dalam kondisi aman dan stabil.
“Daya mampu pasok wilayah ini mencapai 107,40 Megawatt dengan beban puncak 96,48 MW. Artinya, tersedia cadangan daya sebesar 10,92 MW sehingga sistem kelistrikan berada pada kondisi aman,” jelasnya.
Untuk menjamin kelancaran agenda internasional tersebut, PLN juga menugaskan tim siaga 24 jam di sejumlah lokasi strategis, termasuk arena pertemuan, bandara, hotel, dan rumah sakit.
“Kami juga memanfaatkan teknologi digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau seluruh jaringan listrik di semua venue secara real time. Dengan begitu, setiap potensi gangguan bisa segera diantisipasi,” ujar Eko.
Ia menegaskan, kesiapan teknis yang dilakukan PLN bukan hanya untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan HAPUA ke-41, tetapi juga sebagai bukti peran Indonesia sebagai motor penggerak integrasi energi dan transisi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
“Dengan kesiapan teknis dan langkah komprehensif yang telah disiapkan untuk mendukung kelancaran HAPUA ke-41, Indonesia sekaligus menegaskan perannya sebagai motor penggerak integrasi energi dan transisi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara,” pungkasnya. (*)
















