SEKILASINDONEWS .COM— PT PLN (Persero) menyiapkan pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Bangka Belitung disiapkan menjadi salah satu daerah percontohan program tersebut.
PLN menilai FABA yang selama ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi memiliki potensi ekonomi lebih besar jika dikembangkan sebagai bahan pendukung pupuk.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo mengatakan praktik pemanfaatan FABA di Bangka Belitung akan dikembangkan ke berbagai pembangkit PLN di Indonesia.
“Kami akan menjadikan apa yang dilakukan oleh PLN Babel ini sebagai percontohan dan kami akan copy hal ini juga di pembangkit-pembangkit kami di seluruh Indonesia,” kata Rizal saat meninjau pemanfaatan FABA di Bangka Belitung, Kamis.
Rizal menyebut potensi FABA dari pembangkit PLN di Bangka Belitung mencapai sekitar 165 ribu ton per tahun.
Menurutnya, jumlah tersebut merupakan peluang untuk menciptakan komoditas bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar PLTU.
“Artinya ini peluang yang besar sekali bagi masyarakat sekitar untuk menikmati FABA menjadi sebuah komoditas yang bernilai tinggi,” ujarnya.














