Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Rusmini, warga Lubuk Linggau Selatan, Sumatera Selatan. Nenek berusia 86 tahun ini sebelumnya mengandalkan lilin sebagai penerangan di rumahnya.
“Kalau hujan turun, rumah saya gelap gulita. Sekarang, alhamdulillah, sudah terang. Terima kasih PLN,” ucap Rusmini.
Sementara di wilayah timur, Catarina, warga Kelurahan Naioni, Kota Kupang, merasa lega karena kini anak-anaknya dapat belajar dengan nyaman.
“Kami sudah lama menabung untuk biaya pemasangan listrik. Sekarang, selain anak-anak bisa belajar lebih baik, kami juga dapat menambah peralatan usaha,” ujarnya.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti, menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendukung pencapaian target Rasio Elektrifikasi Nasional.
“Sesuai visi PLN, listrik hadir untuk kehidupan yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Edi.
PLN berharap agar program Light Up The Dream dapat terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak untuk memastikan lebih banyak keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia mendapatkan akses listrik.
“Melalui program ini, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap keluarga di Indonesia, terutama yang kurang mampu dapat menikmati akses listrik demi kehidupan yang lebih baik,” tutup Edi Srimulyanti.
















