Darmawan menjelaskan, pengembangan PLTS yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) juga menjadi bagian dari transformasi sistem kelistrikan nasional. Teknologi tersebut memungkinkan energi surya yang bersifat intermiten diintegrasikan lebih optimal ke dalam sistem kelistrikan.
Tak hanya berdampak pada sektor energi, Program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.
Program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja, terdiri atas 3,465 juta pekerjaan di sektor konstruksi dan 2,053 juta pada sektor manufaktur.
“Pengembangan PLTS merupakan salah satu upaya dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya mendorong transisi menuju energi bersih, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Darmawan.
Redaksi.
















