Polres Bangka Tangani 214 Kasus Sepanjang Tahun 2023, Ada Tiga Kasus yang Menonjol

SN.COM |SUNGAILIAT – Sepanjang tahun 2023, Jajaran Polres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menangani sebanyak 214 kasus. Penanganan kasus tersebut menurun sekitar 6,5 persen dari tahun 2022 sebanyak 229 kasus.

Hal demikian disampaikan oleh Kapolres Bangka, AKBP Taufik Noor Isya, pada saat pres release akhir tahun 2023 Polres Bangka, di Aula Tribrata, Jum’at (29/12/2023).

“Selama tahun 2023 Polres Bangka menangani 214 kasus sedangkan di tahun 2022 menangani 229 kasus berarti terdapat penurunan perkara 6,5 persen,” kata AKBP Taufik.

Sedangkan, lanjut AKBP Taufik, perkara konvensional kasus pencurian dan pemberatan (Curat) di wilayah hukum Polres Bangka naik sekitar 9 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk perkara konvensional kasus Pencurian pemberatan (Curat) sebanyak 57 kasus ditahun 2023. Untuk ditahun 2022 sebanyak 47 kasus, jadi naik 9 persen,” ujarnya.

Namun, di tahun 2023 ada tiga kasus yang menonjol. tiga kasus tersebut yakni pengungkapan kasus narkoba dengan tersangka bandar Atri Sandi dengan barang bukti narkoba jenis shabu sebanyak 4 paket besar dengan berat 101,30 gram, lalu pengungkapan kasus BBM ilegal jenis minyak hitam solar dengan barang bukti yang diamankan 20 ton BBM ilegal, dan terakhir pengungkapan kasus kepemilikan senja api.

“Untuk kasus narkoba ditahun 2023 menangani 41 kasus dan di tahun 2022 menangani 37 kasus jadi ada penaikan 4 kasus atau sekitar 9,7 persen. Sedangkan pengungkapan kasus BBM ilegal ada 5 tersangka yakni Ramdani, Deni Kusuma, Sandiago Cahyo, Suprapto dan Muhammad Yusuf. Barang bukti BBM yang diamankan 20 ton BBM ilegal menyerupai solar atau minyak hitam asal Sumatera Selatan serta 4 unit mobil tangki,” ungkapnya.

“Kemudian kasus menonjol lainnya yaitu pengungkapan kepemilikan senjata api dengan tersangka Edi Santoso yang terlibat dalam kasus pencurian. Edi Santoso menyimpan dan menguasai senjata api rakitan jenis revolver dengan 6 butir peluru aktif,” ujar dia.

Masih kata AKBP Taufik, untuk kasus kecelakaan lalu lintas di tahun ini ada kenaikan 1,1 persen atau 1 kasus yang mana di tahun 2022 terjadi 90 kasus dan di tahun 2023 terjadi 91 kasus, untuk pelanggaran ditahun 2022 sebanyak 7233 tilang dan di tahun 2023 sebanyak 3372 tilang, jadi ada penurunan 53,4 perse atau 3861 tilang.

“Kemudian kasus uang palsu dengan tersangka Rangga dan Akoarius dengan barang bukti uang palsu 10 ikat pecahan uang seratus ribu senilai 95 juta dan 4,95 juta,” pungkasnya.