“Anak-anak ini berhak atas masa depan yang cerah. Maka pendampingan ini menjadi langkah awal agar mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan harapan baru,” tegas Marto.
Senada dengan hal tersebut, Kabag Psikologi Polda Babel, Kompol Dwi Nuryanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi Polri dalam mendampingi penyintas kekerasan seksual.
“Kami datang untuk mendengarkan, memahami, dan membimbing mereka. Setiap anak berhak merasa dicintai dan didukung untuk kembali bangkit,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa metode yang digunakan masih dalam tahap trauma healing awal dan akan dilanjutkan bila diperlukan.
“Alhamdulillah, selama sesi, anak-anak mulai merespons positif. Mereka tersenyum, bermain, dan perlahan membuka diri, sebuah sinyal bahwa harapan belum padam,” imbuhnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.45 WIB tersebut berjalan aman dan lancar, serta diwarnai momen haru ketika beberapa anak mulai berani bercerita dan berinteraksi aktif dengan tim psikologi.
Ke depan, sebagai langkah lanjutan, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Desa Ranggung akan melakukan sambang rutin untuk mendampingi anak-anak di lingkungan mereka.
Sementara itu, Unit Intelkam Polsek Payung akan terus memonitor perkembangan situasi di Yayasan Tahfidz Qur’an Pangkalan Batu.
“Dengan kolaborasi lintas sektor dan perhatian yang konsisten, kami optimistis pemulihan psikologis anak-anak akan berjalan optimal. Mereka pantas mendapatkan masa depan yang bersih dari trauma,” tutup Kompol Dwi.
















