“Geng motor itu tidak ada faedahnya. Kalau mau cari jati diri, carilah kegiatan yang positif yang bisa menunjang masa depan,” tegas Trihanto Nugroho.
Selain itu, kata Trihanto, para pelajar juga diajak untuk menghormati dan mematuhi guru sebagai orang tua mereka di sekolah.
“Jangan pernah beranggapan Bapak Guru Ibu Guru keras kepada kalian, itu merupakan bentuk rasa sayang dan perhatian kepada kalian,” katanya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan respon positif dari para pelajar dan pihak sekolah. Mereka berharap, dengan adanya kegiatan ini, para pelajar dapat lebih memahami bahaya geng motor dan terhindar dari pergaulan yang salah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelajar,” ujar salah satu siswa SMAN 1 Toboali.
Polres Bangka Selatan berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja serta tindak kriminalitas di wilayahnya. Sosialisasi penolakan geng motor ini merupakan salah satu langkah konkret untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Bangka Selatan.
















