Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Potret Toleransi di Mentok: Masjid dan Kelenteng Berdiri Saling Berhadapan Sejak Abad ke-19

×

Potret Toleransi di Mentok: Masjid dan Kelenteng Berdiri Saling Berhadapan Sejak Abad ke-19

Sebarkan artikel ini
Potret Toleransi di Mentok: Masjid dan Kelenteng Berdiri Saling Berhadapan Sejak Abad ke-19

Harmoni itu juga tercermin dari keluarga multireligi yang banyak dijumpai di Mentok. Ketua Kelenteng Ungkung Miaw mengungkapkan bahwa enam anaknya memeluk agama berbeda, Islam, Katolik, Buddha, dan lainnya.

Di rumah, hal itu bukan persoalan. Saat anak Muslim berkunjung, keluarga menyiapkan makanan halal dan menyediakan sajadah untuk salat. Kerukunan tumbuh dalam keseharian, bukan sekadar slogan.

Pemandangan unik lain terlihat dari barongsai yang kerap dimainkan oleh perempuan berhijab. Di Kampung Toleransi Airputih, masjid, gereja, kelenteng, dan pura berdiri berdekatan tanpa pagar tinggi, memperlihatkan akulturasi budaya dan keyakinan yang sudah lama terbentuk. Warga terbiasa saling membantu ketika banjir, badai, atau acara besar, tanpa melihat perbedaan keyakinan.

Di tengah derasnya hoaks dan provokasi di media sosial, masyarakat Mentok memilih bersikap tenang. Pengurus masjid maupun kelenteng menyebut tidak perlu menanggapi isu yang jelas tidak benar. Kesibukan warga sebagai nelayan, pedagang, buruh sawit, hingga pekerja ponton membuat mereka lebih fokus bekerja dan menjaga hubungan baik dengan tetangga.

Seorang tetua Melayu menuturkan bahwa keberagaman di Mentok sudah berlangsung sejak zaman keramaian timah, jauh sebelum Indonesia merdeka. “Di sini, perbedaan bukan alasan menjauh, tapi alasan untuk berkenalan,” ujarnya.

Ketua Kelenteng menegaskan bahwa warisan kerukunan ini harus terus dijaga. “Kalau Indonesia tidak merdeka, kami tidak bisa hidup sampai sekarang. Jadi menjaga kerukunan itu bukan pilihan, itu kewajiban.”

Di gang sempit Kampung Tanjung itu, warna merah kelenteng dan hijau masjid berdiri berdampingan sebagai saksi hidup bahwa toleransi bukan hanya mungkin, tetapi nyata dan telah bertahan lebih dari satu abad. (Blv)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel